Pertanyaan

Assalaamu’alaikum wr. wb

Saya Dwi di CBNU, cheongju.

Mo tanya tentang coklat dan es krim di korea. Banyak panganan coklat. Enak dan saya suka.
Tapi dengar-dengar kok kabarnya coklat ada zat additif atau apa gitu yang pakai esens dari lemak hewan dalam proses. Kayak sempat ‘ribut’ soal coklat lotte. Enak kayaknya. Jadi keder. Kebetulan habis dikasih coklat trus cek di web www.crown.co.kr tapi nggak ada info yang mencurigakan. Dah abis 2 bungkus nii.

Terus juga dulu makan es krim. Yang murah meriah aja. Enak. Tapi ada gambar babinya. Jadi bingung masa es krim ada gambar babi? trus apa haram gara2 ada gambar babinya aja. kalo mie/noodle saya berusaha ati2 tp klo sampe es krim juga??? wah bisa paranoid saya.

makasih penjelasannya.

Wassalaamu’alaikum.

(Dari Dwi Nanto)

Jawaban

(Oleh Ust Nanung Danar Dono)

Wa ‘alaikumus salaam wr.wb.

Dalam kaidah Ushul Fiqih disebutkan bahwa semua makanan itu halal, kecuali jika ia disebutkan haram dalam Al Qur’an atau Al Hadits, atau tercemar (dicampuri) dgn bahan yg tidak halal. Oleh karena itu, es krim dan coklat halal jika tidak tercemar dgn bahan haram. Ada beberapa titik kritis yg menjadikan produk es krim & cokelat menjadi tidak halal.

Titik kritis utama masuknya bahan haram pada ES KRIM, di antaranya adalah :

  1. Whey Protein. Dalam pembuatan es krim, whey protein, lemak, laktosa, dll dipisahkan dgn menggunakan proses enzimatis. Umumnya enzim yg dipakai adalah enzim RENNET, yg sering diambil dari lambung hewan muda, seperti babi muda dan sapi muda. Nah, kalau rennet yg dipakai diambil dari lambung babi (piglet), maka tentu ia diharamkan.
  2. Emulsifier. Bahan pengemulsi (emulsifier) adalah bahan yg dipakai utk membuat bahan2 yg berkadar lemak tinggi (seperti susu) bisa bercampur dgn air. Di pasaran, emulsifier yg banyak dipakai adalah lesitin (lechitin) dan commercial emulsifier yg lain (E-xxx). Lesitin ada yg berasal dari tanaman (soya/soy lechitin atau lesitin kedelai), dan ada pula yg dari hewan. Lesitin hewani yg ada di pasaran (lebih2 di Korea) banyak dibuat dari hewan, terutama babi. Commercial emulsifier dgn nomer E-471 masih banyak yg menggunakan bahan dari babi.
  3. Lemak. Lemak hewan banyak dipakai di es krim untuk menguatkan penampilan (lebih liat, lebih gurih, aroma lebih mantap, dll). Yang jadi masalah adalah karena populasi & konsumsi babi di Korea sangat banyak, maka sangat kuat dugaan lard (lemak babi) dipakai pada produk es krim.
  4. Flavour. Untuk menguatkan aroma, seringkali pada produk cake (roti taart) dan es krim ditambahkan rhum. Rhum ini termasuk arak bakery yg sangat sering ditambahkan pada produk rerotian (seperti roti Black Forest, dll) dan es krim.

Selanjutnya, titik kritis utama masuknya bahan haram pada produk COKELAT, di antaranya adalah :

  1. Emulsifier. (see above).
  2. Khamr. Untuk memberikan kesan tertentu, seperti lunak (tidak terlalu keras), liat, dan beraroma mantap, maka pada produk cokelat banyak ditambahkan khamr dalam bentuk : alcohol, ethanol (ethyl alcohol), wine, spirits, brandy, dll.

Untuk itu, dimohon berhati2 ketika memilih es krim dan cokelat. Bila ada es krim dan cokelat yg tersertifikasi halal di Korea, maka itu mjd pilihan terbaik. Jika tidak ada, sebaiknya hindari konsumsi es krim. Keinginannya ditahan hingga pulang ke tanah air. Untuk cokelat, silakan lihat ingredients pada kemasan. Jika ada tulisan E-471 dan atau aneka khamr, maka silakan dihindari.

Bagi sahabat2 sekalian yg mjd aktivis FB, kami juga memberikan layanan informasi melalui Must Be Halal. Silakan bergabung dan menyimak semua informasi yg sudah di-upload. Jika tertarik, semua info bisa di-share maupun di-copas dgn gratis!

Jazakallah atas pertanyaannya. Semoga kehati2an Panjenengan untuk memilih yg lebih halal akan berbalas surga.

Allahu a’lam bish-showwab
Wassalaamu ‘alaikum wr.wb.

Nanung Danar Dono

PhD student at College of Medical, Veterinary, & Life Sciences, Univ. Glasgow, Scotland, UK
Mantan Sekretaris Eksekutif & Auditor Sertifikat Halal, LPPOM MUI Prop. DIY

Arsip Ustadz Menjawab

Ingin mengirimkan pertanyaan? Silakan klik disini.

Comments

Leave a Reply