Suasana Berbuka Puasa – Ifthaar Gathering 2018 – Sisi Pria

Sekitar pukul 19.30 hari Sabtu 8 Juni 2018, lantai 1 gedung Jangbogo Pukyong National University sudah dipenuhi bangku-bangku yang diduduki oleh wajah-wajah berbagai warna dan paras. Di bangku-bangku tersebut sudah terhidang beberapa butir kurma, sebotol air putih, biskuit, dan beberapa jajanan khas Indonesia seperti pisang coklat, bakwan, dan es buah. Seketika azan magrib dikumandangkan di sudut ruangan, suara kecap dan kunyah ramai terdengar di sudut ruangan.

 

“Ini tidak kami sangka sekali, ramai banget yang datang hari ini ke sini,” ujar Dagus, koordinator (secara aklamasi) dari musala Al-Pukyong, yang juga menyusun acara International Ifthar Gathering Pukyong National University tahun 2018/1439 Hijriyah ini. Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa muslim sekitar 100 orang dari 14 negara, berikut komunitas muslim Masjid Al-Fatah Busan. Tamu yang dihadirkan juga ada yang berasal dari Korea Selatan. “Kami tidak hanya ingin mengumpulkan mahasiswa muslim untuk merasakan kebersamaan dalam nikmatnya berbuka. Tetapi, kami juga ingin mensyiarkan bahwa seperti ini muslim yang memiliki semangat berbagi kepada sesama, tertib, dan juga bersahabat,” sambung mahasiswa yang sedang mengambil studi Master di bidang Material Science and Engineering ini.

Persiapan dari acara ini juga ternyata tidak main-main. Merujuk pada cerita Dagus, International Ifthar Gathering ini sudah digagas semenjakhari pertama Ramadhan. “Kami, terutama mahasiswa Indonesia, sudah berusaha merencanakan semuanya dengan matang, mulai dari penyediaan konsumsi apakah masak sendiri atau menggunakan jasa katering, penyediaan ifthaar, pencarian sponsor. Di tengah jalan, Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan dana yang cukup besar dari Qatar Charity,” tuturnya sembari merunut kembali perjuangan penyelenggaraan kegiatan dengan skala cukup besar ini.

Suasana Berbuka Puasa – Ifthaar Gathering 2018 – Sisi Wanita

Semangat untuk menunjukkan wajah Islam yang penuh kebaikan di bulan Ramadhan ini juga dirasakan oleh Syaikhoni, ustaz perwakilan dari Masjid Al-Fattah Busan, yang juga hadir di Ifthar Gathering ini. “Awalnya saya berpikir, nuansa Ramadan di Korea hanya bisa saya dapatkan di Masjid Al-Fattah. Ternyata saya juga menemukan itu di Pukyong Iftar Gathering. Acara yang bagus, menyatukan semua muslim dari berbagai negara dan menunjukkan identitas kita sebagai Muslim. Diharapkan acara semacam ini bisa diadakan terus dan ditiru oleh kampus lain” pungkasnya. (hrmd)

 

Leave a Reply