Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Sahabat IMUSKA yang ceria, semoga senantiasa bahagia, sehat sejahtera, rahmat dari ALLAH Subhanahu Wata’ala, Amiin.

Alhamdulillahirabbil’alamin, IMUSKA pada bulan suci Ramadhan kali ini berkesempatan mengikuti 2 kegiatan yang digagas oleh Komunitas Muslim Indonesia (KMI) di Korea Selatan, simak reportase dari kami, yah!

  1. Buka Puasa Bersama KMI (Komunitas Muslim Indonesia) yang bertempat di Masjid Central Seoul, di Itaewon

      

Buka Bersama di Itaewon, Seoul

Acara yang digelar pada tanggal 19 Mei 2018 M bertepatan pada hari Sabtu tersebut dihadiri hampir mencapai 1000 orang yang berasal dari berbagai negara. Acara ini juga didukung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar RI di Korean Selatan dengan dihadiri oleh perwakilan staf kedutaan besar RI (Pak Fuad). Dalam kesempatan ini IMUSKA berkesempatan turut hadir yang diwakili oleh staf media IMUSKA, Mas Andhika Respati yang juga menjabat sebagai Ketua PCI Muhammadiyah Korea Selatan. Dalam kesmepatan tersebut, Mas Andhika berkesempatan berbincang langsung dengan Ketua atau yang banyak disebut Presiden KMI oleh sebagian besar komunitas muslim Indonesia di Korea Selatan ini yaitu Kang Misran. Menurut beliau (Kang Misran), “Buka puasa bersama ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat muslim Indonesia untuk menyampaikan salam kedamaian dan kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan sesama umat muslim dari berbagai penjuru dunia yang berada di Korea Selatan.”Masjid Itaewon Seoul sendiri dipilih untuk mengawali berbagai kegiatan KMI di bulan suci Ramadan ini karena merupakan pusat dakwah Islam di Korea Selatan. Kang Misran menambahkan, diharapkan melalui acara buka puasa yang penuh dengan rasa kebersamaan ini, masyarakat Korea Selatan secara umum juga dapat mengenal Islam dengan lebih baik sebagai agama yang indah, agama yang rahmatan lil alamin.

Hal senada diutarakan oleh Yanuar Yudhi Isworo, Ketua Indonesian Muslim Students Society in Korea (IMUSKA). Secara terpisah Yanuar mengatakan, “Bahwa kegiatan buka puasa bersama di Bulan Ramadhan sejatinya adalah bentuk ibadah yang dapat menghasilkan kekokohan persaudaraan sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW, bukan hanya aspek sosial saja yang sudah pasti terlihat akan tetapi ada aspek spiritual di dalamnya, dimana kita melatih hati kita untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi kebahagiaan orag lain.”

(Liputan Mas Andhika Respati, Seoul

  1. Buka Puasa Bersama KMI (Komunitas Muslim Indonesia) yang bertempat di Masjid Masjid Al Fattah Busan
    Kegiatan Buka Bersama oleh komunitas WNI tidak hanya diselenggarakan Wilayah Utara Korea Selatan saja. Kota terbesar ke-2 di Korea Selatan, Busan, yang berada di wilayah Selatan juga turut turut disambangi KMI. Tidak bekerja sendiri, KMI turut menggandeng dua komunitas yang didirikan oleh WNI di Busan, yakni PUMITA dan MITRA PUMITA. PUMITA adalah salah satu komunitas WNI muslim tertua di Busan, sedangkan, MITRA PUMITA adalah gabungan komunitas WNI muslim yang tersebar di berbagai masjid di wilayah Selatan dan diawasi oleh PUMITA. Organisasi MITRA PUMITA saat ini memiliki anggota yang berasal dari para takmir masjid di wilayah Busan dan sekitarnya sejumlah kurang lebih 15 Masjid. Agenda buka puasa bersama di Busan ini dilaksanakan pada Ahad, 3 Juni 2018 M dan bertempat di Masjid Al-Fattah, Busan. Layaknya Itaewon di Seoul, Masjid Al-Fattah juga populer sebagai pusat kegiatan keislaman di wilayah Busan.Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, KMI tidak bergerak sendiri. Acara ini juga disokong secara penuh oleh PUMITA Busan dan didukung oleh beberapa komunitas lain, seperti IMUSKA, dan organisasi Masjid Al-Fattah Busan. Beberapa perwakilan IMUSKA, termasuk Sang Ketua Umum, Yanuar Yudhi Isworo, turut mempersiapkan beberapa agenda pra-buka bersama seperti lomba cerdas cermat.

    1.     
      Menguji pengetahuan islam para WNI di lomba cerdas cermat

    Lomba cerdas cermat ini merupakan salah satu hal unik yang membedakan acara ini dari agenda Buka Bersama KMI lainnya. Menyasar komunitas WNI di Busan dan sekitarnya, lomba ini menguji pengetahuan islam para peserta pekerja dan pelajar yang dikelompokkan dalam 7 tim. Lomba ini dimenangkan oleh tim dari Al-Pukyeong, yaitu komunitas pelajar muslim Indonesia  yang berasal dari Pukyeong National University. Peserta tim ini berbeda dari pelaksanaan perlombaan cerdas cermat tahun-tahun sebelumnya yang umumnya diwakili oleh para pria, kali ini diwakili oleh para wanita. Predikat juara tidak hanya disematkan pada pemegang skor tertinggi, namun juga pemegang skor tertinggi kedua dan tim dengan yel-yel terbaik, yang berhasil diperoleh oleh beberapa Masjid WNI di wilayah Busan.
      

   

Suasana Lomba Tilawah Quran di Masjid Al Fattah, Busan

  1. Juga tak kalah meriah, di hari yang sama, juga diadakan lomba tilawah Quran yang dimotori oleh organisasi Masjid Al-Fattah Busan. Organisasi ini digawangi oleh muslim warga negara asli Korea, dengan Ketua-nya yaitu Prof. Salahuddin dan Imam Besar Masjid Busan Imam Yasir Lee. Lomba tilawah Qur’an diikuti oleh seluruh warga muslim yang berdomisili di area sekitar Busan dan berasal dari negara manapun. Predikat juara lomba tilawah Al-Qur’an ini berhasil diperoleh peserta asal negara Uzbekistan yang berprofesi sebagai pekerja di wilayah Busan.Keriuhan Ramadhan di Busan tidak hanya disumbangkan dari konsep acara yang menarik, tetapi ternyata dari jumlah peserta sendiri. Tercatat hampir 500 jamaah dari berbagai negara dan profesi yang meramaikan keseluruhan agenda yang diadakan di Masjid Al Fattah Busan pada hari itu, yakni lomba cerdas cermat, tilawah Quran, dan utamanya buka Bersama itu sendiri.
    [Penulis: Yanuar, editor: hrmd}

Semarak kegiatan Ramadhan ini tentu mewarnai hari-hari para perantau muslim di Korea Selatan. Perasaan rindu suasana Ramadhan di Indonesia tentu sedikit banyak terobati dengan bermacam kegiatan yang diadakan di negeri ginseng ini. Rasa rindu ini tentu bukan penghalang untuk beribadah di bulan Ramadhan, namun menjadi motivasi bagi para perantau ini untuk memaksimalkan ibadah dan meraih ridha-Nya.

Leave a Reply