Tulisan ini bukan iklan. Sama sekali bukan! Jauh dari itu. Namun, jika ujung-ujungnya Anda tertarik untuk mencoba ke sana, silakan. Itu sudah di luar tanggung jawab saya sebagai pemberi cerita. Alkisah, saya sudah 5 tahun lebih di Seoul dan sering kali jika ditanya di manakah masjid di Seoul, maka Itaewon atau Seoul Grand Masjid pasti langsung muncul di benak pertama kali.

Seiring dengan waktu, otak saya memberikan jawaban beragam. Secara otomatis akan muncul nama-nama seperti Masjid Ansan, Masjid Yongdeungpo, Masjid Uijeongbu, Masjid Anyang, dan Masjid Paju. Itu muncul karena saya pernah(!) mengunjunginya—tak perlulah saya singgung intensitasnya. Lalu, seiring dengan waktu pula, muncullah jawaban seperti musholla atau tempat ibadah di kampus-kampus yang pernah saya kunjungi seperti Hanyang Campus di Ansan dan SNU di Gwanak. Lucunya, di kampus saya yang notabene terkenal dengan tagline “Come to HUFS and Meet the World”, belum ada dunia “Muslim” berupa musholla resmi. Namun, syukurlah ada ruang mahasiswa asing yang di dalamnya tersedia 2 helai sajadah dan sudut pojok tempat sholat. Itu sudah cukup sebagai tempat sholat dalam lingkungan kampus. Masalahnya, kalau saya pas di luar kampus, di manakah saya sholat? Lalu, apa peran UNIQLO yang sengaja saya pasang dalam judul coretan saya ini? Inilah inti tulisan saya.

Saya termasuk orang yang suka jalan-jalan. Hampir setiap hari setelah kelas, setelah meeting, setelah kerja paruh waktu, kapan pun jika memang ada waktu, saya selalu menelusuri pojok dan sudut kota Seoul dan sekitarnya. Sangat sayang rasanya jika saya harus pulang ke rumah tanpa melihat sudut kota yang belum terjamah. Di saat itulah, tentu saja waktu sholat selalu tiba di tengah-tengah saya jalan-jalan. Bisa menebak ke mana arah cerita saya? Yup, benar. Saya niatkan saja masuk ke ke mal-mal besar yang ada toko baju besar yang salah satu mereknya saya sebutkan dalam judul. Di dalamnya, saya langsung saja comot satu baju dan celana atau apa pun dan langsung membawanya ke ruang ganti baju yang rata-rata cukup luas untuk sholat! Itulah ruang sholatku.

Pertama kali memang ada rasa tidak enak dan merasa berdosa. Bagaimana saya bisa kusyuk sholat karena mau sholat kog malah menggunakan kesempatan dalam kesempitan! Saya pertama kali diajari oleh istri saya untuk sholat dalam ruang ganti ini. Pertama memang sempat mengernyitkan dahi. What? Di fitting room? Namun, karena saya juga termasuk orang yang senang dengan lihat-lihat baju dan apabila ada yang diskon dengan harga 5000 Won apa pun itu, saya terkadang langsung sabet saja, maka ide untuk sholat di fitting room ternyata tak jauh juga dari dunia saya. Akhirnya, saya mencoba juga sholat di ruang ganti baju dan jika akhirnya ada baju yang kecantol, itu saya anggap sebagai side effect dari sholat di dalam UNIQLO. Sekali lagi, ini bukan promosi. Namun, banyak sekali toko-toko baju di berbagai sudut kota Seoul atau kota-kota lain di Korea yang memiliki ruang ganji baju yang pas untuk sholat. Setelah selesai sholat, jangan khawatir. Langsung saja kembalikan baju atau celana itu ke tempat semula atau berikan kepada mbak atau mas-mas yang jaga dengan bilang tidak jadi. Titik. Jangan lupa senyum kepadanya. Ibadah juga, kan?

Kalau menyusup ke dalam ruang ganti baju tidak cocok dengan pribadi dan hati kecil Anda, maka simaklah cara kedua saya ini. Sadarkah Anda bahwa judul tulisan saya bisa dibaca dengan cara berbeda? UNIQLO bisa dibaca [unik lo]. Unik lho tempat sholatku. Itulah tujuan saya. Saya ingin menceritakan tempat-tempat sholat darurat yang unik-unik lho!

Kalau sholat di ruang ganti baju bisa dianggap sebagai tempat unik pertama, maka tempat unik kedua masih di dalam gedung, gedung apa pun asalkan gedung bertingkat. Caranya sangat mudah. Di setiap gedung, baik itu pertokoan, perkantoran, mal, bioskop, pasar, apa pun gedung bertingkat itu, pasti ada pintu dan tangga darurat. Carilah gambar tanda orang berlari dengan latar belakang hijau yang menunjukkan ke arah mana pintu darurat berada. Saya sarankan, carilah gambar itu dan bukalah pintu darurat tersebut. Tak perlu ragu-ragu karena rata-rata semua pintu darurat di Korea lumayan mudah dibuka. Setelah itu, biasanya Anda akan menemukan sebuah pintu lagi menuju tangga-tangga darurat. Begitu sampai di bawah tangga-tangga darurat, silakan sholat di situ dan pastikan untuk meletakkan sajadah kita agak memojok untuk jaga-jaga jika ada orang yang mau lewat.

Pertama kali saya sholat di jalur tangga darurat, saat itu saya diajak oleh mahasiswa UT yang saya ajar, yaitu si Aris Budianto. Ilmunya terus saya praktekkan sampai sekarang. Pengalaman saya membuktikan bahwa sholat di lorong tangga darurat cukup menenangkan. Selama saya berkali-kali sholat di balik tangga darurat, 90% selalu sepi dan tak terganggu oleh siapa pun. Kita bisa sholat dengan tenang. Memang, terkadang ada orang yang lewat, tetapi tetaplah tenang dan lanjutkan ibadah. Mereka tak akan mengganggu juga. Terkadang ada CCTV dan terkadang tak ada. Jika ada CCTV pun, jangan ragu, sholat saja. Saya sempat kepikiran, itung-itung itu sebagai hadiah untuk para penjaga dan pemonitor CCTV agar mereka bertanya-tanya kita sedang apa. Saya yakin mereka akan sadar bahwa kita sedang berdoa. Setelah selesai sholat, silakan dengan perasaan tenang dan damai, kita kembali melewati pintu darurat itu menuju ke gedung utama. Lanjutkan lagi aktivitas Anda. Simpel dan unik, bukan?

Tempat unik ketiga yang mau saya bagikan adalah taman-taman kota di seantero Seoul dan kota-kota lain. Terutama jika taman kota itu punya jejeran pepohonan yang rindang, itulah tempat yang unik dan adem untuk sholat. Taman di dalam kota Seoul ada banyak macam dan jenisnya. Taman Youido, Seoul Forest, Seoul Dream Forest, Taman di Namsan, dan taman-taman lain di berbagai sudut kota yang tak terhitung jumlahnya. Silakan ambil wudhu di hwajangsil (kamar kecil) terdekat dan eksporlah sudut-sudut taman yang sekiranya pas untuk bisa sholat. Saat musim panas nan terik di Korea, sholat di bawah rerimbunan pohon bisa menjadi sensasi tersendiri atau bisa juga cari gazebo yang tersedia di sana. Masalahnya, kita mau tak mau harus berbagi tempat dengan orang lain—yang akan pasti menonton kita sholat. Jika mau teguh hati di situ, silakan. Jika tak mau, silakan cari tempat yang agak sepi.

Sholat di alam terbuka memberikan keasyikan tersendiri. Apalagi saat musim semi dan gugur saat kita mendaki gunung atau berkelana ke taman-taman, maka sembari menikmati keindahan ciptaan-Nya, sholat langsung di alam terbuka bisa menjadi nilai plus tersendiri. Tentu saja, tip ini tak berlaku dan tak disarankan pada saat musim dingin!

Tempat keempat unik adalah rumah dan tempat tinggal teman kita yang tersebar di pelosok Korea. Untuk itu, tak ada salahnya selalu memiliki nomor telepon teman di setiap sudut kota di Korea. Tak ada salahnya pula kita memberitahu bahwa kita mau berkunjung ke kota teman kita. Saat kita ke kota A, kita bisa nunut sholat di rumah si X, saat di kota B bisa ikut numpang sholat di rumah si Y, saat pergi ke kota C kita bisa nunaikan sholat di pondokan si Z. Intinya, gunakan jalur koneksi dan kenalan untuk sholat di tempat asing. Tentu saja tip ini tak berlaku saat kita tahu ada masjid atau musholla di kota tertentu dan kita memang bisa menjangkaunya. Jika tak bisa, gunakanlah solusi KKN (kolusi kenalan numpang) sholat. Itung-itung sembari bersilaturahmi, kan?

Tempat unik kelima dalam coretan saya ini adalah deretan 4 (empat) musholla atau tempat sholat yang beberapa kali saya gunakan jika sedang melakukan aktivitas di sekitar wilayah itu.

Ke-1, saya sering lewat dan wira-wiri di daerah pusat kota Seoul, yaitu Jongno. Jika Anda sedang jalan-jalan di sekitaran Gwanghwamun, Jongno, City Hall, Dongdaemun, dan Namdaemun sekali pun, silakan singgah di ruang sholat di K-Style Hub yang ada di gedung KTO (Korea Tourism Organization) yang ada di samping sungai Cheonggyecheon. Cari saja gedung dengan tulisan KTO (dengan tulisan yang lumayan besar di pintu masuknya-seperti dalam gambar). Di sana maka Anda akan menemukan tempat sholat yang walaupun mungil, namun sungguh manusiawi dan sungguh menghormati umat Islam. Ruang pria dan wanita dipisah dan tempat wudhu tersedia dalam bilik sholatnya. Bisa dikatakan inilah upaya nyata pemerintah Korea dalam menyambut semakin banyaknya warga asing Muslim dan pelancong Muslim di Korea. Setiap hari selalu ramai ruang ini. Sembari iseng foto-foto sama artis K-Pop (tentu saja jika Anda suka dan tak tabu untuk urusan ini!), silakan setelah sholat di K-Style Hub, Anda sempatkan belajar sedikit tentang Korea. Tersedia banyak hall interaktif yang bisa kita lakukan di sana. Ada Virtual Reality booth, ada ruang foto bersama berbagai artis K-Pop secara digital, ada ruang pameran seni lukis dan seni kerajinan tangan Korea, ada ruang mencoba baju hanbok, ada ratusan brosur wisata dan buku panduan wisata di Korea yang semuanya gratis buat pengunjung.

Ke-2, saya termasuk sering wira-wiri di daerah Gangnam, entah itu untuk bertemu teman atau kerja paruh waktu. Di sana ada sebuah ruang sholat (prayer room) di COEX. Tak ada yang tak kenal COEX, apalagi dengan Starfield Library—sebuah perpustakaan di tengah mal—yang mampu magnet terbaru mal ini. Jika kita kebetulan sedang berada di sekitar kawasan itu, maka tak perlu bimbang untuk masuk ke ruang sholat di sana saat pas waktunya sholat tiba. Seingat saya, tempat ini pertama kali diresmikan tahun 2016 dan ini bisa jadi (hingga saat ini) menjadi satu-satunya tempat pameran berskala internasional yang menyediakan ruang sholat. Selain strategis, walaupun kecil, namun fasilitasnya cukup lengkap. Satu hal yang kurang dari musholla ini adalah tak adanya tempat khusus untuk wudhu. Jadi, kita harus menggunakan kamar kecil yang ada di lantai sama. Tapi itu bukanlah hal yang mengganggu. Terlebih, lokasinya pun mudah dicari karena berada di lantai 3 di dekat Hall E. Tanyakan pada petugas informasi atau lihatlah peta COEX mal jika Anda masih kebingungan dalam menemukannya. Setahu saya, lumayan juga jam operasionalnya, yaitu dari jam 3 pagi hingga pukul 10 malam. Jadi hal ini sangat membantu para pelancong dan kita para Muslim yang kebetulan berada di kawasan Gangnam.

Ke-3, Masjid Al Falah di kawasan Yongdeungpo di Seoul adalah masjid yang terkenal di antara banyak kaum Muslim di Korea. Sebenarnya saya tak perlulah bercerita tentang keberadaan masjid ini. Tetapi ada alasan mengapa masjid ini saya masukkan sebagai deretan ke-3 dalam coretan saya ini. Singkat cerita, saya ini penikmat film dan sering kali saya menonton di sebuah cultureplex di dekat Yongdeungpo ini. Selain tempat kerja saya juga tak jauh dari situ, terkadang saya harus mencari jam main film yang pas agar tak menabrak waktu sholat. Beberapa kali, begitu sholat selesai, langsung ngacir ke mal sebelah hanya untuk nonton. Untuk itulah, Masjid Yongdeungpo atau IKMI ini bikin hidup saya nyaman. Dua dunia tercapai. Dunia ibadah dapet, dunia hiburan juga dapet. Malu sebenarnya saya memasukkan kisah ini ke sini, tapi tak adalah salahnya. Iseng-iseng pengakuan diri lewat tulisan ini. Jadi, Masjid Yongdeungpo ini memang klop segalanya—paling tidak untuk saya pribadi. Monggo, silakan Anda yang menilai bagaimana menggunakan masjid ini. Sekali lagi, inilah uniknya masjid ini buat saya pribadi.

Ke-4, anggap saja ini pengakuan terakhir. Sejak tahun 2014, saya dan sekeluarga mendaftarkan diri untuk punya annual membership pass ke Lotte World. Singkat cerita, tak terbayang betapa menyenangkan dan bahagianya diri kami saat tahu bahwa Lotte World memiliki musholla yang paling top menurut saya. Sungguh tak terkira rasa haru dan bahagianya hati kami karena bisa dibilang kami seperti memiliki musholla mewah di tempat umum. Tak ada rasa khawatir harus sholat di mana setiap kali menyambangi Lotte World. Karena setiap kali mau sholat kita harus memencet tombol untuk meminta dibukakan, seakan-akan kami punya musholla pribadi. Tempatnya mewah, ruang wudhu yang sangat elegan, deretan sajadah dan interior yang menawan dan hangat sungguh membuat tentram di dalamnya. Jadi, bagi para keluarga Muslim yang memilik anak-anak di Korea dan yang kira-kira tinggal di Korea paling tidak lebih dari 1 tahun, tak ada salahnya memiliki annual membership pass. Banyak diskon hingga 50% untuk orang asing. Lagi-lagi ini bukan promosi, anggap saja ini side effect saja. Lagi pula, Lotte World bisa menjadi tempat yang nyaman untuk keluarga. Dengan keanggotaan, selain jauh lebih murah karena setiap hari bisa datang tanpa khawatir bayar lagi, sebagai seorang Muslim di Seoul, ternyata musholla di Lotte World juga bisa jadi daya tariknya. Tapi, jika itu bukan pilihan yang tepat karena harus membayar, ternyata di dalam Lotte Tower—gedung tertinggi di Korea—pun sudah ada Muslim Prayer Room pula. Ini lebih heboh lagi karena inilah mal mewah yang sengaja menarik minat para shopper Muslim dari Asia Tenggara dan Timur Tengah yang semakin banyak berkunjung ke Korea.

Jika saya teruskan, akan ada banyak tempat sholat unik yang ada di Korea karena saya tidak menyinggung kota-kota lain—mengingat saya juga belum pernah mengalaminya. Saya yakin ada tulisan lain dari teman-teman lain yang telah menuliskan kisah tentang masjid dan musholla di Korea. Namun, paling tidak, inilah tempat-tempat sholat yang memberikan kesan bagi saya pribadi.

Sebagai penutup, sampai sini saja sharing kisah saya terkait tempat-tempat sholat yang uniqlo [unik lho] menurut pengalaman dan pengamatan saya sebagai seorang mahasiswa, ayah dua anak, dan seorang Muslim dari Indonesia yang Alhamdulillah telah menyelesaikan tugasnya di Korea. Saya berharap semoga pengalaman saya ini bisa menjadikan kita selalu ingat bahwa sholat wajib itu bisa dilakukan di mana pun di bumi Allah. Korea dengan segala pesona dan sudut-sudutnya adalah tempat sholat nan luas.

Musim Dingin di Seoul,
January 2018

Seo Rain
Salah satu mahasiswa di universitas Korea, 2018

Leave a Reply