Berikut merupakan rangkuman singkat dari Kajian Rutin Malam Jumat bersama IMUSKA selama bulan Ramadhan.
Materi oleh ustadz Yayat Sudrajat (PKPU)
Hari-hari Ramadhan yang telah kita jalani selama ini, tentunya meninggalkan bekas yang istimewa. Sebagian besar kita pastinya akan merasa bersedih karena Ramadhan yang mulia akan segera meninggalkan kita.

Waktu tak akan pernah mundur, kita tidak akan pernah mendapatkan ulangan waktu yang telah lewat. Di setiap waktu segala amal kita akan dihisab oleh-Nya. Waktu merupakan hal yang sangat penting, sehingga Allah pun bersumpah atas nama waktu dalam Al-Qur’an, misal Al-Ashr, Adh-Dhuha, Al-Lail, dll.
Penyikapan kita atas kondisi di akhir Ramadhan:
  1. Evaluasi total: mengevaluasi total segala aktivitas kita selama Ramadhan; bagaimana amal kita, bagaimana sikap kita, bagaimana pikiran kita, dll. Apakah kita melaksanakan Ramadhan (26 hari) kemarin dengan semaksimal mungkin? Ramadhan adalah sarana yang diberikan Allah kepada kita untuk meningkatkan ketaqwaan kita. Salah satu doa yang dianjurkan untuk sering dibaca adalah: “Ya Allah, jadikanlah usiaku yang terbaik adalah usia saat berada di akhirnya, amal terbaikku adalah di penghujungnya, hari yang terbaik adalah ketika kita berjumpa dengan Allah SWT”
  2. Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Barangkali terdapat banyak kelalaian atau kesalahan kita selama menjalani Ramadhan. Mungkin puasa kita kurang sempurna; mata kita mungkin tidak terjaga walau mulut kita mampu mengontrol akan godaan makanan, lisan kita barangkali masih belum bisa kita kendalikan dari ucapan yang kurang bermanfaat. Bertaubat atas kelalaian merupakan hal yang semestinya. Kita pun harus tetap optimis akan karunia Allah.
    “Maka bersegeralah pada ampunan dari Allah, ”
    Sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah Taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang Kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa’: 17)
  3. Berdzikir dan menjaga waktu dan hati kita.
    Ali Imron 191 ” Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk, dan dalam keadaan berharing, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata: ‘Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia! Maha Suci Engkau! Maka peliharalah kami dari siksa neraka.’ “
  4. Melakukan perbaikan yang maksimal. (a) amal. Jika hafalan kita belum meningkat, ada waktu untuk menambahnya, misal bacaan Qur’an kita belum khatam, maka masih ada beberapa hari untuk melengkapinya, jika ada amalan-amalan kita yang belum terlaksana, kita bisa menyempurnakannya. Jika ada doa dan harapan hidup kita yang belum tersampaikan kepada Allah, maka masih ada waktu untuk menyampaikannya kepada Allah. Allah mengajarkan kita untuk mengoptimalkan diri kita (ilmu dan potensi) agar mencapai kesempurnaan tertinggi. (b) Hati. Hati kita pun harus kita optimalkan agar makin bersih, terbebas dari noda-noda.  (c) Akhlak. Kita tidak hanya mengharap pahala dari Allah dalam bulan Ramadhan ini, kita pun berjuang untuk memperbaiki akhlak kita. Kita berusaha menyampaikan agama Allah, bukan hanya dengan lisan, tetapi lebih utamanya dengan teladan/akhlak kita.
  5. Setiap bulan dalam 11 bulan kedepan adalah Ramadhan. Planning untuk sebelas bulan berikutnya.

Hikmah puasa:

  1. Mengontrol diri dari hal-hal yang diizinkan oleh Allah SWT. Walau halal, tetapi tidak boleh berlebih-lebihan.
  2. Melatih kejujuran.
  3. Selalu merasa diawasi oleh Allah.
  4. Menjaga seluruh anggota tubuh kita dari kemaksiatan kepada Allah. 
  5. Melatih kita untuk disiplin.
  6. Kesabaran dan kepedulian
Ustadz Yayat Sudrajat
Ustadz Yayat Sudrajat

Leave a Reply