FOKIS PNU-ISO adalah kependekan dari Forum Kajian Islam (FOKIS) Pusan National University (PNU) – Indonesia Student Organization (ISO). Walaupun namanya tampak serius, tetapi organisasi informal ini didirikan oleh teman-teman mahasiswa Indonesia yang sedang studi di PNU pada tahun 2015 sebagai tempat untuk saling mendoakan, menyemangati dan mengingat Allah SWT sebagai SANG MAHA PEMILIK serta PENGATUR SEGALA yang ada di dunia ini.

Pada tahun 2017, FOKIS PNU-ISO sempat fakum karena beberapa hal, tetapi sekitar bulan November 2017 kemarin, teman-teman sempat berkumpul dan merasa bahwa FOKIS PNU-ISO perlu aktif kembali.

Bagi yang sedang menempuh studi di PNU, padatnya tugas kuliah dan banyaknya pekerjaan di laboratorium hingga harus pulang larut malam sudah menjadi hal yang biasa. Rutinitas yang monoton tersebut membuat sebagian besar teman-teman merasa ada “sesuatu” yang hilang.

Kalaupun masalah ibadah adalah masalah pribadi kita dengan Tuhan dan sholat bisa dilakukan sendiri oleh pribadi masing-masing, tetapi kehangatan dan kebersamaan dalam melakukan ibadah sepertinya tidak dapat tergantikan oleh apapun.

Sesi Curhat di Tengah Kegiatan Pengajian Rutin FOKIS PNU-ISO

Bagi teman-teman yang belum pernah mengikuti kegiatan pengajian rutin FOKIS PNU-ISO pasti menduga bahwa kegiatan pengajian rutin tersebut isinya hanya membaca Al-Qur’an. Pada kenyataannya tidak. Setelah kita membaca Al-Qur’an beserta artinya secara bergantian, ada sesi curhat yang memang sengaja diadakan untuk saling berbagi dan mengetahui masalah-masalah yang sedang dihadapi.

Baik permasalahan yang sedang dihadapi dikampus, maupun permasalahan pribadi. Walaupun tidak semua permasalahan dapat diselesaikan, setidaknya dengan adanya sesi curhat ini bisa membantu melegakan perasaan masing-masing dan saling mendoakan.

Makan Malam Bersama

Pengajian rutin yang diadakan setiap sabtu ini biasanya dilaksanakan hingga mendekati waktu sholat maghrib. Setelah itu kita melaksanakan sholat maghrib berjamaah di salah satu one room teman-teman. Jika teman-teman tidak memiliki agenda lain, biasanya kita mencari tempat makan untuk sekedar ngobrol santai dan makan malam Bersama.

Kembali Menemukan Semangat Hidup

Mungkin benar apa yang disampaikan oleh Hadist Riwayat Baihaqi dan Ibnu Hibban berikut ini:

“Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya,lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta”. (HR Baihaqi dan Ibnu Hibban)

Ketika kita terus menerus sangat berusaha untuk mengejar duniawi saja hingga hampir melupakan Allah SWT, yang terasa hanyalah sebuah kehampaan. Seolah-olah hidup ini mudah bosan, tanpa tujuan, pekerjaan seperti tidak pernah berakhir dan sebagainya yang semakin membuat kita gelisah.

Tetapi ketika kita selalu bersyukur dan berusaha menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat dengan cara menjaga ibadah, kita semakin diberikan ketenangan dan semakin memahami arti cukup yang membuat kita bahagia.

Pesan yang cukup mengena bagi saya pribadi selama mengikuti kegiatan FOKIS  PNU-ISO adalah pesan yang pernah disampaikan oleh pak yanuar. Beliau sempat menyampaikan bahwa kesulitan dan cobaan yang kita hadapi saat ini tidak terlepas dari dosa-dosa kita.

Tetapi pengampunan Allah SWT itu jauh lebih besar, sehingga apapun yang sedang menimpa kita saat ini menjadi kesempatan baik untuk meminta ampun, selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan serta berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Yaitu manusia yang bisa memberikan banyak manfaat kepada yang membutuhkan.

Pesan tersebut membuat saya menemukan kembali semangat untuk menjalani dan menghadapi semuanya.

Taufik Nur Adi
Industrial Engineering, Pusan National University (PNU), 2018

Leave a Reply