Salah satu privilege yang dimiliki para mahasiswa asing dengan visa D2 dan D4 adalah hak mereka untuk mengajak keluarga (istri/suami, dan anak) untuk tinggal bersama di Korea selama masa studinya. Dengan skema ini, maka istri, suami, dan anak seorang mahasiwa asing punya hak untuk tinggal di Korea sebagai pengikut istri/suaminya. Untuk itulah, visa anggota keluarga yang diajak itu dinamai dengan visa F-3 yang dikategorikan sebagai visa bagi accompanying spouse child yang dalam bahasa Korea disebut dengan istilah 동반 비자 [dongban bija] dan dalam Bahasa Inggris terkenal dengan sebutan dependent visa.

Berkah dari adanya visa ini adalah lumrahnya mahasiswa Indonesia yang tinggal dengan keluarga mereka di negeri ini. Masalahnya, setiap semester selalu ada mahasiswa baru yang berpetualang ke Korea untuk memulai studinya dan tak sedikit pula dari mereka yang ingin membawa serta keluarganya; dan mereka pun bertanya bagaimana caranya.

“Bagaimana sih ngundang istri ke Korea?” adalah pertanyaan yang beberapa kali saya dengar langsung atau terima lewat pesan Katalk.

 “Susah nggak sih ngundang keluarga?” juga terkesan sebagai pertanyaan lumrah yang tiap semester terus bergulir. Saya yakin banyak rekan mahasiswa di sini yang mengalaminya. Walaupun seakan-akan sudah jamak, namun ketika beberapa kali mendengar pertanyaan itu, saya harus memutar otak untuk menuliskan lagi dan lagi serta bercerita panjang tentang pengalaman saya mengundang keluarga saya sendiri. Untuk itulah, dalam tulisan kali ini, tak ada salahnya (wink-wink) jika saya ingin berbagi pengalaman tentang hal-hal apa saja yang diperlukan untuk memudahkan proses “membuang” status LDR (Long Distance Relationship) dalam hubungan suami-istri para mahasiswa Indonesia di Korea.

Tulisan ini saya bagi ke dalam 3 bagian saja agar lebih mudah, yaitu (a), (b), dan (c). Pertama (a) saya tuangkan semua hal yang perlu disiapkan. Kedua (b) saya langsung bikinkan contoh surat undangan untuk istri dan anak-anak kita (jika sudah punya anak). Ketiga (c) saya buatkan contoh surat dari professor atau pembimbing kita di kampus.

Semudah membaca A-B-C!. Intinya, silakan baca, ikuti, copy dan paste saja cara-cara ini. InsyaAllah prosesnya dilancarkan. Boleh juga ini sebagai sekedar referensi karena bisa juga ada perubahan sana-sini. Berikut, inilah cara-caranya!

(a) 15 Hal yang Wajib Dipersiapkan!

  1. Paspor (asli) (milik istri/suami yang masih berada di Indonesia)
  2. Formulir visa Korea (lihat dan unduh formulirnya di http://overseas.mofa.go.kr/id-id/index.do)
  3. Pas foto terbaru berukuran 3 X 4 atau 4 x 6 berlatar belakang putih 2 buah. (yang satu ditempel sekalian di formulir visa)
  4. Surat undangan dari pengundang (istri/suami yang sudah di Korea) (*lihat contoh di bagian (b))
  5. Surat nikah. Pastikan ada terjemahan bahasa Inggrisnya. Fotokopi pula buku nikah
  6. punya suami dan istri.
  7. Akte kelahiran pengundang  (* ini bila ada saja (fotokopinya)
  8. Akte kelahiran istri/suami (* fotokopinya)
  9. KTP pengundang (*fotokopinya)
  10. KTP istri/suami (*fotokopinya)
  11. Fotokopi/scan ALIEN CARD pengundang. (*berarti mahasiswa pengundang
  12. harus punya kartu ini terlebih dahulu)
  13. Fotokopi paspor pengundang (*Pastikan terlihat bagian luar yang ada foto
  14. pengundang dan bagian yang ada stempel/perangko visa Koreanya)
  15. Fotokopi tiket pesawat (*boleh print-out dari internet, jika sudah ditentukan
  16. tanggal kedatangannya)
  17. Fotokopi rekening bank (istri/suami yang ada di Indonesia) (* untuk jaga-jaga jika
  18. ditanyakan)
  19. Fotokopi rekening bank (punya pengundang di Korea *tak masalah jumlahnya)
  20. Surat sponsor (dari profesor atau siapa pun) dan lebih baik jika mereka yang mengirimkan langsung ke KBRK (Kedutaan Besar Republik Korea) di Jakarta. (*Kita bisa memberitahukan alamatnya padanya atau kita bisa juga mengirimkan surat ini kepada istri/suami kita di Indonesia setelah kita menerimanya

Itu dia 15 (lima belas) hal yang perlu dipersiapkan bagi mahasiswa yang ingin berbulan madu “panjang” berbulan-bulan di Korea atau untuk menempuh “hidup baru” di negeri Korea sembari menyelesaikan studinya.

(b) Contoh Surat Undangan

(b) Ini adalah contoh surat undangan untuk istri kita, misalnya. Silakan baca, lalu ganti atau isilah bagian yang kosong sesuai dengan keadaan Anda atau silakan kembangkan sendiri dengan bahasa Anda sendiri.


Seoul, ___ April 2018

Kepada

Yth. Kepala Bagian Konsuler

Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia

Jakarta

Hal:  Undangan kepada keluarga untuk tinggal di Korea

Dengan hormat,

            Melalui surat ini, saya – (Si Suami Baiq ~ nama mahasiswa) – pemegang paspor no. Z 54321 yang sekarang berada di Naminara University, Korea dalam rangka studi program master/doktoral dengan beasiswa dari (NIIED, Korean Government Scholarship, Professor, DIKTI, LPDP, Indonesian Government Scholarship, etc) bermaksud untuk mengundang istri dan anak saya (*jika ada) untuk ikut bersama berada di Korea selama masa studi saya dari tahun 2018 hingga 2022. Sebagai informasi, saya akan berada di Korea selama ______ tahun untuk menempuh program master/doktor di universitas tersebut.

            Pada kesempatan kali ini, saya bermaksud untuk mengundang istri dan seorang anak saya untuk tinggal di Korea. Mereka adalah:

  1. Sang Istri Cantiqa (istri), lahir pada 17 Agustus 1991; Passport No. Z 54322
  2. Si Anak Soleha (anak), lahir pada 10 November 2016; Passport No. Z 54323

Segala tanggung jawab seperti tiket pesawat untuk perjalanan ke Korea serta keuangan adalah tanggung jawab saya sebagai pengundang dan sebagai kepala keluarga. Mereka di Korea akan tinggal di rumah dengan alamat 서울 강남구 신사동 100-10, 201호 (Seoul, Gangnam-gu, Sinsa-dong 100-10, house no. 201). Sebagai informasi tambahan, nomor alien registration card saya adalah 900308-123456. Sementara itu, rencana keberangkatan mereka ke Korea adalah pada tanggal 15 Mei 2018 dan tiba di Korea pada hari Rabu, 16 Mei 2018.

Demikian surat undangan dari saya kepada istri dan anak saya. Dengan surat ini, saya berharap kerjasama dan bantuan pihak Konsuler Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia guna kelancaran pembuatan visa bagi istri dan anak saya tersebut.

Terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasama yang diberikan.

(Si Suami Baiq)

 

Naminara University

Email: [email protected]

HP: 010 1234 5678


Sangat mudah, bukan? Selain itu, tidak ada salahnya jika kita lampirkan informasi detil secara tersendiri dalam Bahasa Inggris tentang keluarga kita. Tetapi, ini sifatnya optional. Namun, demi memudahkan pihak konsuler KBRK di Jakarta, tak ada salahnya jika disertakan pula.

Detailed Information

Name : Si Suami Baiq
Date of Birth : 8 Maret 1990
Passport No. : Z 54321
Institution in Indonesia *jika ada : Ministry of ___________ (Kementerian_______)

PT____________________________________

Universitas_____________________________

Position Lecturer, staff
Sponsorship

*jika ada

: NIIED, LPDP, Korean Government, Professor scholarship, Indonesian Government, dll.
University : Naminara University
Length of Study : ___ years (bulan tahun  ~~  bulan tahun)
Address in Korea 서울 강남구 신사동 100-10, 201호 (Seoul, Gangnam-gu, Sinsa-dong 100-10, house no. 201)
Phone No. : 010-1234-5678
Invited
Name : Sang Istri Cantiqa
Date of Birth : 17 Agustus 1991
Passport No. : Z 54322
Relationship : Wife
Address in Indonesia : Jalan Tegal Indah, Blok XY, Nomor 10 RT 008/017

Perum Griya LA Indah, Kota Baru

Jangan lupa, buatlah kotak yang sama untuk anak jika ada. Jika itu sudah siap, maka sekarang kita membantu professor kita untuk membuatkan surat pendukung. Sebenarnya, pasti ada professor yang akan membuat surat semacam ini. Namun, ada kalanya ada professor yang mungkin baru pertama kali membuat jadi dia tak tahu bagaimana redaksionalnya. Jika itu yang terjadi, tawarkan padanya bahwa Anda akan membuat draftnya dan jika setuju, beliau tinggal menandatanganinya. Ada juga kampus yang bersedia membuatkan surat semacam ini, tergantung kampus kita masing-masing. Jadi, tak ada salahnya bertanya pada 외국인학생담당자 [waegukkin haksaeng damdangja] atau petugas yang mengurusi mahasiswa asing di setiap kampus. Namun, jika professor yang membuat, berikut ini adalah contoh surat pendukung dari professor kepada Konsuler KBRK di Jakarta.

(c) Contoh Surat dari Professor

Inilah bagian (c) dari tulisan singkat ini. Sama halnya dengan bagian (b), silakan kembangkan sendiri, tambah dan kurangi sesuai dengan keperluan dan situasi di kampus kita masing-masing.


Consular Bureau

The Embassy of the Republic of Korea in Jakarta

Indonesia

To Whom It May Concern:

            This is to certify that I – Prof. Lee Minho, a professor at Naminara University – acknowledge the following person as my current affiliated student at Naminara. He is Si Suami Baiq who is currently under my supervision at XYZ Research Center at Naminara taking his doctoral program.

            In relation with the aforementioned matter, I would like to acknowledge and support Si Suami Baiq’s decision to invite his wife to come and stay in Korea during the scholarship program. As a matter of fact, such a decision will hopefully be of advantage to his study, for this will mean that he will be able to share his experiences of learning and living in Korea along with his wife. I am sure that this will be a good cultural exposure for his family as well.

            For further reference, should it be necessary, here is additional information (as I was informed) about Si Suami Baiq’s family. His wife’s name is Sang Istri Cantiq (Passport No Z 54322) and their child is Si Anak Soleha (Passport No Z 54323). Their address in Korea is 서울 강남구 신사동 100-10, 201호 (Seoul, Gangnam-gu, Sinsa-dong 100-10, house no. 201).

             I hope that this letter would be sufficient to help them get the visa to enter Korea for the aforementioned purpose.

            Thank you very much.

 

Prof. Lee Minho

Naminara University


Ini juga terlihat mudah, bukan?

Setelah semua tahapan ada, kini kita perlu mendampingi istri kita dari Korea dan selalu menelepon atau berkomunikasi selama proses pembuatan visa tersebut. Bagi yang rumahnya jauh dari Jakarta, tak ada salahnya jika kita menggunakan jasa kenalan atau travel agent untuk menguruskan visa istri kita. Namun, jika memang ingin mengurus sendiri juga tak apa-apa. Terakhir, tulisan saya ini mungkin bisa jadi basi karena banyak yang sudah mengetahuinya. Namun, bagi mahasiswa baru dan berkeluarga yang mungkiiiiiiin masih perlu informasi seperti ini, semoga ini bermanfaat. Maaf, saya juga harus mengakui dan menghormati adanya rekan-rekan mahasiswa yang karena keterbatasan atau sifat pekerjaan pasangannya di tanah air, maka mau tak mau mereka harus berpisah untuk sekian lama karena sang suami atau istri harus studi di luar negeri. Jadi, tulisan ini tidak bermaksud untuk memaksa atau mengatakan bahwa studi di luar negeri harus bersama keluarga.

Terakhir, nikmatilah setiap proses mempersiapkan semua itu demi kebersamaan bersama keluarga selama berpetualang di Korea. Sekali lagi, semoga bermanfaat.

Seo Rain
Salah satu mahasiswa di universitas Korea, 2018

Leave a Reply