Mimpi…? Setiap insan individu di dunia ini pasti memiliki mimpi. Mimpi yang sebenarnya bukan suatu hal mudah untuk diraih. Berbagai jenis tantangan dan hambatan selalu ditemui di prosesnya. Salah satu mimpi yang dimiliki oleh anak-anak muda sekarang adalah memiliki kesempatan untuk belajar di luar negeri. Suatu mimpi yang sebenarnya sangat besar manfaatnya jika berhasil diraih. Dengan belajar di luar negeri, kita belajar budaya, ekonomi, sosial dan banyak hal lainnya dari negara tersebut. Melebarkan wawasan kita dalam memandang segala hal karena pengalaman yang sangat beragam kita peroleh dari hidup di negeri asing. Berada di lingkungan berbeda dari apa yang biasa dirasakan ketika di negeri sendiri itu sudah merupakan tantangan dasar yang harus dihadapi. Belum lagi berbagai perbedaan yang bisa saja sebenarnya bisa berdampak ketidaknyamanan bagi diri kita sendiri. Tetapi, itu semua adalah risiko hidup di negeri jauh. Setiap kesulitan yang dihadapi, kita harus kembali fokus kepada tujuan awal kita untuk memutuskan hidup di negeri jauh yaitu belajar. Kita harus memanfaatkan segala kesempatan yang dimiliki di negeri tempat kita merantau sebagai tempat untuk kita mengembangkan diri dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya dari negeri yang telah lebih dahulu membuktikan bahwa kemandirian dan kerja keras bisa mengarahkan ke kesejahteraan di masa depan.

Terlalu lama hidup merantau di negeri orang tak bisa dipungkiri juga secara perlahan mengaburkan identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Bukan kita lupa bahwa kita sebagai orang Indonesia, tapi kita semakin jauh dari apa yang menjadi identitas Indonesia. Apa yang membedakan Indonesia dengan negara lainnya atau dalam perkataan lain adalah apa ciri khas dari Indonesia. Pelan-pelan tanpa kita sadari disibukkan oleh berbagai tugas, project dan segala kegiatan di lab, kampus ataupun luar kampus yang menyita waktu, membuat kita semakin jauh dari identitas Indonesia. Bahkan dalam kasus terburuk, pola sikap dan perbuatan kita pun semakin terbawa oleh lingkungan di negeri tempat kita tinggal. Lantas, bagaimana caranya kita tetap mengenali identitas Indonesia tanpa menyita banyak waktu kita?
Cara paling sederhana dan mudah adalah ketika berkumpul, belajar atau bahkan bermain bersama dengan teman-teman dari berbagai negara, kita berusaha mengenalkan budaya, pariwisata atau segala lingkup sosial dari Indonesia ke teman-teman tersebut. Tanpa disadari secara tidak langsung, apa yang sebelumnya kita belum ketahui dari Indonesia, muncul keinginan untuk mencari tahu lebih banyak dan dalam lagi tentang Indonesia. Menjadi warga negara Indonesia yang hidup di negeri asing, tentu kita menjadi simbol representasi bagi warga asing yang sama sekali belum mengetahui Indonesia sebagai perspektif mereka dalam memahami dan menilai Indonesia. Tentunya kita sebagai warga negara Indonesia tidak mau memberikan stigma buruk terhadap negeri kita sendiri. Kita sebagai perwakilan bangsa kita sendiri di negeri asing harus mampu memunculkan sisi positif bagi mereka yang memang ingin mengetahui Indonesia lebih dalam.

Selain cara sederhana tadi, kita juga bisa mengikuti suatu program sukarelawan yang diselenggarakan pemerintah lokal di negara tempat kita tinggal dalam rangka pengenalan budaya antar negara. Beberapa tahun lalu, saya pernah memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pengenalan budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do kepada murid-murid warga negara Korea dari jenjang SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas). Saya memperoleh beberapa kali kesempatan untuk berkunjung ke beberapa sekolah, salah satunya suatu SMA di Kota Gimcheon. Awalnya saya berasumsi minat murid-murid SMA di Korea untuk mengetahui informasi suatu bangsa dan negara sangat kecil. Ternyata asumsi saya salah, mereka sangat antusias mendengarkan dan bertanya setiap poin-poin penjelasan saya tentang Indonesia, misal dari makanan, pakaian tradisional, bangunan tradisional, tarian-tarian tradisional, permainan tradisional, pertunjukkan tradisional, bahkan lagu-lagu anak dari Indonesia. Saya juga kagum dengan semangat mereka dalam mencoba menggunakan Bahasa Indonesia, beberapa murid bahkan tepat dan lancar mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Indonesia. Mereka juga fasih menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Dalam kesempatan itu, saya juga membawa wayang sebagai salah satu budaya Indonesia. Mereka sangat tertarik bahwa Indonesia memiliki kebudayaan pertunjukkan wayang. Beberapa murid bahkan bertanya tentang berapa lama perjalanan Indonesia-Korea dan tertarik untuk mengunjungi Indonesia. Dan masih banyak cara lainnya yang bisa kita lakukan untuk selalu mengingat dan mengetahui lebih dalam identitas kita sebagai orang Indonesia dengan kondisi hidup jauh dari negeri tercinta. Saya sangat mengapresiasi terhadap usaha-usaha teman-teman mahasiswa Indonesia di Korea yang telah banyak menampilkan pertunjukkan teater atau drama atau tarian-tarian tradisional Indonesia ke masyarakat Korea untuk mengenalkan identitas Indonesia ke warga Korea.

Sudah sepatutnya kita tak perlu malu untuk dikenal sebagai orang Indonesia yang hidup di negeri asing. Walaupun tak bisa dipungkiri sering ditemui adanya pandangan-pandangan sebelah mata terhadap Indonesia selama kita hidup merantau di negeri jauh. Inilah tugas kita untuk meluruskan pandangan-pandangan itu bahwa negeri kita juga layak disejajarkan dengan negeri-negeri di barat sana. “Mimpi utama untuk menggali ilmu dan mencari pengalaman tentu hal utama yang harus dilaksanakan ketika merantau, tetapi manfaatkan kesempatan merantau ini untuk membantu membuka wawasan warga dari negara-negara lainnya yang kita temui selama merantau tentang Indonesia, sehingga kita juga tidak menjadi lupa akan identitas Indonesia sebagai tempat kita lahir, tanah air tercinta.”

YY (Alias)
Mahasiswa di salah satu universitas di Korea.

Leave a Reply